Senin, 19 Oktober 2015

Menunggu Calon Imamku

Perjalanan hidup seseorang, kadang tidaklah mulus dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Begitu juga denganku. Ah 32 tahun sudah aku hidup di dunia ini dan menurut orang - orang disekelilingku aku sudah termasuk perawan tua.
Yah, siapa yang mau mendapat julukan seperti itu? mereka tidak tahu, aku sudah berusaha semampuku untuk membuka hati kepada laki - laki yang ingin dekat denganku. Tapi apa yang terjadi, justru penghianatanlah yang kudapat.
Didalam setiap doa dan sholat malamku, ku selalu memohon untuk segera dipertemukan dengan jodohku, tapi mungkin memang belum waktunya, Alloh SWT masih mengujiku untuk lebih bersabar dan lebih memaknai tentang hidup ini.
Duhai calon imamku, ku menunggumu dengan sabar disini, sampai tiba waktunya kita bertemu dan dipersatukan dalam ikatan pernikahan.

Risalah Hati di kala Senja

Senja ini, matahari tampak malas untuk kembali ke peraduannya. Aku masih saja duduk santai di tepi pantai Blendung yang teduh. Hatiku masih merasa gundah gulana, karena sampai sekarang, aku masih saja mengingat dan merindukan sosok laki - laki yang sudah tiga tahun mengisi hari - hariku, mas T, ya, dia laki - laki yang sudah mengkhianati  dan mempermainkanku, sungguh sampai sekarang ku gak habis pikir, mengapa dia begitu tega kepadaku??